Assalamu’alaikum..wr.wb.
Teman-teman sekalian, tidak terasa kini kita sudah memasuki bulan terakhir pada kalender hijriah, yaitu bulan Dzulhijjah.
Apa ya yang istimewa dari bulan ini?
Berikut saya akan memaparkan sebuah artikel yang baru saja selesai saya baca di sebuah media cetak. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi kita semua. ^_^
Rasulullah SAW bersabda, ” tidak ada hari di mana amal saleh pada hari it lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab, ‘Tiidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi’.” (HR Bukhari)
Kalau pada Ramadhan ada 10 hari terakhir yang mulia karena menanti Lailatul Qadar, maka pada bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang utama, di mana amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari itu sangat dicintai Allah.
Di antara 10 hari ini, yang paling utama adalah haji akbar yaitu hari nahar (10 Dzulhijjah). ” sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari nahar, lalu hari tasyrik ( setelah hari nahar)” (HR Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim).
Amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah adalah melaksanakan ibadah haji dan umrah. ” dan haji mabrur tidak ada balasan untuknya selain surga”(HR Muslim). Kemudian memperbanyak shalat sunnah. ” hendaknya kamu memperbanyak sujud lillah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya.” (HR Muslim).
Selanjutnya berpuasa selama 9 hari, terutama pada hari arafah. ” Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa Sembilan hari di bulan Dzulhijjah, hari’Asyura’ serta tiga hari dalam setiap bulan.” ( HR Ahmad dan Nasa’I dari Hafshah RA).
Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Terutama pada tanggal Sembilan, yakni hari arafah, bagi mereka yang tidak berada di Arafah. ” berpuasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.” ( HR Muslim)
Kemudian, bertakbir dan berdzikir. ” dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.
Amalan selanjutnya adalah bekurban pada hari Nahar (10 Dzulhijjah) atau pada hari tasyrik ( 11,12, dan 13 Dzulhijjah)”. Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka jangan sesekali mendekati tempat shalat kami”. ( Shahih At-Targhiib).
Selain itu, kita dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, biirul waalidain, memperkuat silaturahim, memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, serta bertobat dari dosa dan menjauhi larangan Allah SWT. ” Sesungguhnya Allah cemburu, orang Mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang Mukmin mengerjakan larangan-Nya”. (HR Muslim )
Dan yang terakhir adalah melaksanakan shalat idul adha.
Sumber : Republika